Selasa, 02 Agustus 2016

Tegangan Ijin dan Faktor Keamanan Pengelasan/Perhitungan Kekuatan Las

Tegangan Ijin dan Faktor Keamanan Pengelasan

Tegangan ijin dalam pengelasan adalah tegangan tertinggi yang diijinkan dalam suatu konstruksi las dengan tidak membahayakan yang didasarkan atas sifat mekanik logam induk dan logam las, jenis dari beban serta jenis dari sambungan. Besarnya tegangan ijin juga tergantung dari tingkat kepentingan dan keguanaandari konstruksi. Faktor keamanan dalam perencanaan konstruksi las didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan yang direncanakan dengan batas luluh (σy) atau terhadap kekuatan patah (σp). Faktor keamanan dalam Pengelasan perlu diambil karena adanya hal yang kurang pasti dan adnya ketidaktetapan mutu las. 

Perhitungan Kekuatan Las 
Kekuatan sambungan las dihitung berdasarkan tegangan ijin dengan anggapan bahwa hubungan antara tegangan dan regangan mengikuti hokum hooke dengan syarat tegangan terbesar yang terjadi tidak melebihi tegangan ijin yang ditentukan. Adapun persamaan untuk kekuatan las untuk pengelasan penuh adalah sebagai berikut


Pengujian Tegangan Tarik , Geser, Tekan dan Bending Pada Matrial Logam

Pengujian Tegangan Tarik , Geser, Tekan dan Bending Pada Matrial Logam

Tegangan tarik adalah tegangan yang ditimbulkan oleh gaya luar dimana gaya luar tersebut tegak lurus terhadap penampang dan arahnya meninggalkan penampang.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tegangan dan Regangan /Faktor Keamanan dan Tegangan Ijin Pada Pengujian Matrial

Tegangan dan Regangan

Konsep dasar tegangan dan regangan dapat dijelaskan dengan menggunakan sebuah batang yang diberi gaya aksial P seperti diperlihatkan pada gambar 2.12. akibat gaya aksial P akan timbul tegangan (internal stress). Untuk menghitung tegangan perlu dilakukan pemotongan khayal pada penampang m – n dengan arah tegak lurus sumbu batang. Dapat dilihat pada gambar 2.12(a) sebagai berikut.


Potongan sebelah kanan dipisahkan sebagai tanda bebas (gambar 2.12). pada ujung sebelah kanan bekerja pada gaya P (aksi), sedangkan pada bagian sebelah kiri timbul gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya aksinya.





Faktor Keamanan dan Tegangan Ijin
Faktor keamanan menjamin agar benda yang direncanakan aman. Untuk menentukan faktor keamanan dicari dengan persamaan :


Titik mulur sebagai dasar untuk menetapkan σ pada baja struktur. Karena titik mulur adalah tegangan dimana tidak terjadi perubahan permanen.

Perancanaan Konstruksi


Perancanaan Konstruksi




Sifat bahan suatu struktur atau mesin mempengaruhi pemilihan dan ukuran yang memenuhi kekuatan dan kekakuan. Salah satu masalah dasar dalam perencanaan adalah pemilihan bahan yang baik dan pemakaian yang tepat sehingga suatu struktur atau mesin mampu melakukan fungsi yang sesuai dengan tujuan rancangan.

Prinsip Dasar Sistem Hidrolik & Sistem Pengereman Hidrolik & Master Rem ( Master Cylinder)

Prinsip Dasar Sistem Hidrolik

Dalam energi fluida bekerja berdasarkan hukum paskal yang berbunyi tekanan yang ditambahkan pada fluida akan diteruskan ke segala arah oleh fluida tersebut. Secara matematis dapat ditulis.


Sistem Pengereman Hidrolik

Sistem pengereman hidrolik adalah sistem pengereman yang menggunakan fluida cair sebagai media pengerem. Adapun bagaian-bagian dari sistem pengeraman hidrolik pada mobil adalah sebagai berikut :
  1. Brake Pedal Brake Pedal adalah komponen pengeraman yang berfungsi sebagai tuas pendorong master rem.
  2. Power Brake Unit Power Brake Unit adalah komponen yang berfungsi untuk member dorongan yang kuat pada silinder pada master rem.
  3. Master Cylinder (Master Rem) Master rem adalah komponen yang berfungsi sebagai pompa hidrolik yang memompakan fluida untuk proses pengereman hidrolik.
  4. Brake Warning Lamp. Brake Warning Lamp adalah lampu indikator pengereman.
  5. Pressure Diferential Switch. Pressure Diferential Switch adalah komponen yang berfungsi untuk tempat berpindah fluida menuju disk brake atau drums brake.
  6. Metering Valve. Metering Valve adalah katup bercabang untuk aliran fluida.
  7. Propotioning Valve. Propotioning Valve adalah katup pengatur fluida pengerem.
  8. Caliper (Rem Depan). Caliper (Rem Depan) adalah actuator untuk proses pengereman disk brake.
  9. Disc(Rem Depan). Disc(Rem Depan) adalah komponen yang menjadi media untuk menghentikan putaran ban dengan caliper sebagai pengeremnya.
  10. Brake Drums. Brake Drums adalah alat pengereman yang menggunakan rem pegas. 
  11. Wheel Cylinder. Wheel cylinder adalah alat aktuator yang yang berfungsi untuk pengereman pada brake drums



Master Rem ( Master Cylinder) 

Master rem adalah alat yang berfungsi sebagai penekan fluida pada sistem pengereman hidrolik.. Pada Master Rem ada Beberapa bagian Utama, yaitu : 
  1. Reservoir adalah adalah alat yang menyediakan fluida yang digunakan sebagai media penekan. 
  2. Piston adalah bagian yang digunakan sebagai alat penekan fluida agar menghasilkan tekanan yang diingikan. 
  3. Vent Port adalah bagian yang berfungsi sebagai penghubung antara reservior dan ruang silinder piston. 
  4. Outlet Port, adalah tempat keluaran fluida yang sudah ditekan dan dihasilkan tekanan yang diinginkan untuk didistibusikan ke bagian pengereman.


Senin, 01 Agustus 2016

5 Sistem Pelayanan Bahan Bakar Motor diesel

5 Sistem Pelayanan Bahan Bakar Motor diesel
  • Tangki Bahan Bakar.
  • Saringan bahan Bakar.
  • Pompa Penyemprot Bahan Bakar
  • Penyemprot Bahan Bakar
  • Governor
Sistem pelayanan bahan bakar motor diesel berfungsi untuk melayani kebutuhan bahan bakar untuk proses kerja motor diesel. Proses pembakaran motor diesel terjadi dalam ruang silinder motor dengan pengabutan bahan bakar solar yang disemprotkan kedalam udara bertemperatur ± 600oC

1. Tangki Bahan Bakar.

Tangki bahan bakar berfungsi untuk menyimpan bahan bakar sebelum disalurkan kedalam pompa injeksi

2. Saringan bahan Bakar.

Saringan berfungsi untuk menyaring bahan bakar solar dari kotoran dan tidak mengandung air. Penempatan saringan dalam sistem bahan bakar adalah sebagai berikut :
  • Saringan kassa dalam tangki bahan bakar
  • Saringan ini langsung dipasang pada pipa hisap dalam tangki.
  • Saringan kassa pada pompa pengalir
  • Saringan ini berfungsi untuk menyaring kotaran agar tidak mempengaruhi kinerja pompa pengalir.
  • Saringan halus
Saringan ini adalah proses terakhir penyaringan. Saringan ini dipasang setelah saringan kasar atau menyaring bahan bakar untuk kedua kalinya. Saringan halus biasanya dipasang dian tara pompa pengalir dengan pompa injeksi. Untuk pompa injeksi model distributor digunakan saringan yang mempunyai pori-pori sebesar 0,004 – 0,005 mm. untuk pompa jenis lain sebesar 0,008 – 0,010 mm. saringan halus terbuat dari kertas dan kain.

3. Pompa Penyemprot Bahan Bakar 

Pompa injeksi berfungsi sebagai pembagi bahan bakar dengan jumlah dengan jumlah yang tepat dan menekannya pada saat yang tepat di bawah tekanan nosel-nosel yang menyemprotkan bahan bakar kedalam silinder-silinder motor. gambar yang menunjukkan konstruksi pompa penyemprotan bahan bakar jenis Bosch yang banyak dipergunakan. Pada pompa tersebut terdapat plunyer, silinder dan katup pengeluaran yang merupakan katup searah.

Adapun skema sistem penyemprotan bahan bakar jenis bosch dapat digambarkan dimana bahan bakar dimulai dari tekanan rendah kemudian dipompakan sehingga menghasilkan bahan bakar tekanan tinggi untuk proses penyemprotan.

4. Penyemprot Bahan Bakar

Penyemprot bahan bakar adalah alat bantu untuk menjaga agar bahan bakar dapat bercampur dengan udara dengan baik. sebuah nozel penyemprot bahan bakar. Pada nozel tersebut terdapat sebuah katup jarum, dimana ujung bawahnya terdiri atas dua bidang kerucut. Kerucut yang pertama menetap pada dudukannya, sedangkan yang kedua menerima tekanan bahan bakar. Jika gaya yang ditimbulkan bahan bakar melebihi gaya pegas, maka katup akan terangkat ke atas sehingga membuka lubang nozel.

Ujung nozel dapat dibuat dalam beberapa bentuk, seperti terlihat . Nozel (a) dan (b) dinamai nozel berlubang atau nozel katup jarum, dimana setiap lubang berdiameter kira-kira 0,2 sampai 0,3 mm. nozel (a) disebut nozel berlubang tunggal, sedangkan nozel (b) disebut nozel berlubang banyak. Nozel (c) dinamai nozel pasak. Ujung katup pasak pada nozel tersebut berbentuk silinder dan menonjol keluar ujung nozel, sehingga dengan lubang nozel ia membuat rongga silinder. Dengan demikian, apabila katup membuka lubang nozel, bahan bakar akan mengalir melalui rongga tersebut dan membuat pancaran berbentuk kerucut berlubang.

Komponen-komponen dari penyemprot bahan bakar adalah sebagai berikut :
  • Badan 6. Paking
  • Batang 7. Sekerup
  • Pegas 8. Baut
  • Baut pengatur 9. Paking tekanan pegas 10. Sekerup
  • Sekerup 11. Nozel
Dalam penyemprotan bahan bakar ada dua tipe cara penginjeksian yaitu :
  1. Injeksi langsung yang bertekanan penyemprotan sekitar 150 - 250 bar.
  2. Injeksi tak langsung yang bertekanan penyemprotan sekitar 110 - 150 bar.
5. Governor
Governor adalah suatu alat kontrol otomatis bahan bakar yang harus diinjeksikan ke dalam silinder untuk menjaga putarannya. Misalnya batang pengaturnya ditempatkan pada posisi yang tetap kalau bebannya berkurang maka putarannya akan naik. Governor mengontrol pompa penyemprot bahan bakar untuk mengurangi jumlah bahan bakar yang disemprotkan.

Ada dua jenis governor yang sering digunakan. Yang pertama governor jenis bandul berputar dan yang kedua governor jenis pneumatik. Disamping itu governor tersebut governor kecepatan konstan yang dipakai pada mesin-mesin penggrak generator listrik.

itulah sedikit ulasan tentang 5 Sistem Pelayanan Bahan Bakar Motor diesel semoga bermanfaat buatmu sobat terimakasih...

Minggu, 31 Juli 2016

Klasifikasi dan Sifat Material Teknik

Klasifikasi dan Sifat Material Teknik

Add caption
#Klasifikasi Material Teknik:
Secara garis besar material teknik dapat diklasifikasikan menjadi :
  1. Material logam
  2. Material non logam
Berdasarkan pada komposisi kimia, logam dan paduannya dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:
  1. Logam besi / ferrous
  2. Logam non besi / non ferrous
Logam-logam besi merupakan logam dan paduan yang mengandung besi (Fe) sebagai unsur utamanya. 
Logam-logam non besi merupakan meterial yang mengandung sedikit atau sama sekali tanpa besi. Dalam dunia teknik mesin, logam (terutama logam besi / baja) merupakan material yang paling banyak dipakai, tetapi material-material lain juga tidak dapat diabaikan. Material non logam sering digunakan karena meterial tersebut mempunyai sifat yang khas yang tidak dimiliki oleh material logam.

Material non logam dapat dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu:
  1. Keramik
  2. Plastik (polimer)
  3. Komposit
Material keramik merupakan material yang terbentuk dari hasil senyawa (compound) antara satu atau lebih unsur-unsur logam (termasuk Si dan Ge) dengan satu atau lebih unsur-unsur non logam. material jenis keramik semakin banyak digunakan, mulai berbagai abrasive, pahat potong, batu tahan api, kaca, dan lain-lain, bahkan teknologi roket dan penerbangan luar angkasa sangat memerlukan keramik.

Plastik (polimer) adalah material hasil rekayasa manusia, merupakan rantai molekul yang sangat panjang dan banyak molekul MER yang saling mengikat. Pemakaian plastik juga sangat luas, mulai peralatan rumah tangga, interior mobil, kabinet radio/televisi, sampai konstruksi mesin.

Komposit merupakan material hasil kombinasi dari dua material atau lebih, yang sifatnya sangat berbeda dengan sifat masing-masing material asalnya. Komposit selain dibuat dari hasil rekayasa manusia, juga dapat terjadi secara alamiah, misalnya kayu, yang terdiri dari serat selulose yang berada dalam matriks lignin. Komposit saat ini banyak dipakai dalam konstruksi pesawat terbang, karena mempunyai sifat ringan, kuat dan non magnetik.

Sifat mekanik adalah sifat yang menyatakan kemampuan suatu material / komponen untuk menerima beban, gaya dan energi tanpa menimbulkan kerusakan pada material/komponen tersebut. 

Beberapa sifat mekanik yang penting antara lain:
  • Kekuatan (strength)  Merupakan kemampuan suatu material untuk menerima tegangan tanpa menyebabkan material menjadi patah. Berdasarkan pada jenis beban yang bekerja, kekuatan dibagi dalam beberapa macam yaitu kekuatan tarik, kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan torsi, dan kekuatan lengkung.
  • Kekakuan (stiffness) Adalah kemampuan suatu material untuk menerima tegangan/beban tanpa mengakibatkan terjadinya deformasi atau difleksi.
  • Kekenyalan (elasticity) Didefinisikan sebagai kemampuan meterial untuk menerima tegangan tanpa mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan dihilangkan, atau dengan kata lain kemampuan material untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah mengalami deformasi (perubahan bentuk).
  • Plastisitas (plasticity) Adalah kemampuan material untuk mengalami deformasi plastik (perubahan bentuk secara permanen) tanpa mengalami kerusakan. Material yang mempunyai plastisitas tinggi dikatakan sebagai material yang ulet (ductile), sedangkan material yang mempunyai plastisitas rendah dikatakan sebagai material yang getas (brittle).
  • Keuletan (ductility) Adalah sutu sifat material yang digambarkan seprti kabel dengan aplikasi kekuatan tarik. Material ductile ini harus kuat dan lentur. Keuletan biasanya diukur dengan suatu periode tertentu, persentase keregangan. Sifat ini biasanya digunakan dalam bidan perteknikan, dan bahan yang memiliki sifat ini antara lain besi lunak, tembaga, aluminium, nikel, dll.
  • Ketangguhan (toughness) Merupakan kemampuan material untuk menyerap sejumlah energi tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan.
  • Kegetasan (brittleness) Adalah suatu sifat bahan yang mempunyai sifat berlawanan dengan keuletan. Kerapuhan ini merupakan suatu sifat pecah dari suatu material dengan sedikit pergeseran permanent. Material yang rapuh ini juga menjadi sasaran pada beban regang, tanpa memberi keregangan yang terlalu besar. Contoh bahan yang memiliki sifat kerapuhan ini yaitu besi cor.
  • Kelelahan (fatigue) Merupakan kecenderungan dari logam untuk menjadi patah bila menerima beban bolak-balik (dynamic load) yang besarnya masih jauh di bawah batas kekakuan elastiknya.
  • Melar (creep) Merupakan kecenderungan suatu logam untuk mengalami deformasi plastik bila pembebanan yang besarnya relatif tetap dilakukan dalam waktu yang lama pada suhu yang tinggi.
  • Kekerasan (hardness) Merupakan ketahanan material terhadap penekanan atau indentasi / penetrasi. Sifat ini berkaitan dengan sifat tahan aus (wear resistance) yaitu ketahanan material terhadap penggoresan atau pengikisan.
Load #Didefinisikan sebagai kekuatan eksternal yang mendukung bagian dari sutau mesin. Beban ini terdiri dari 3 tipe, yaitu:
  • Beban tetap (steady load), dikatakan beban tetap apabila beban dalam keadaan diam dimana benda tersebut tidak dapat erubah arah.
  • Beban gerak (variying load), apabila beban dapat dipindahkan secara kontiyu.
  • Beban kejut (shock load), apabila bebam digunakan dan dipindahkan secara tiba-tiba.
  1. Tegangan : Saat gaya atau beban dari system eksternal terjadi pada benda kerja, gaya internal aka muncul dari dalam benda kerja baik searah ataupun berlawanan arah sebagai reaksi atas gaya eksternal tersebut. Stress adalah besarnya gaya internal yangtimbul per satuan luas area pada benda kerja.
  2. Regangan : Adalah gaya yang diberikan pada suatu benda dengan memberikan tegangan tarik sehingga benda tersebut juga mengalami perubahan bentuk.
  3. Tensile Stress / Tegangan Tarik :Adalah suatu sifat bahan hubungan tegangan-regangan pada tarikan memberikan nilai yang cukup berubah tergantung pada laju tegangan temperature dll. Umumpnya kekuatan tarik lebih rendah daripada umpannya seperti baja, duralumin dll.
  4. Compressive Stress / Tegangan Tekan : Compressive in terjadi bila suatu benda kerj ayang menjadi sasaran aksial yang sama ata berlawanan, dimana tekanan ini disebabakan pada setiap sisi dari benda kerja dan inilah yang disebut dengan compressive stress. Pertimbangan lain akan menunjukkan bahwa dengan adanya tegangan beban, akan ada penurunan penjang benda kerja dimana perbandingan pengurangan panjang dengan panjang asli suatu benda kerja dikenal sebagai tegangan regangan.
  5. Shear Stress / Tegangan Geser :Ketika benda kerja menjadi sasaran dua kekuatan yang sama atau berlawanan, bergerak secara tangensial dengan sisi yang berlawanan, dimana ini disebabkan pada setiap sisi dari benda kerja dan inilah yang disebut shear stress. Dan yang berhubungan dengan regangan dikenal shear strain, yang diukur dengan sudut deformasi yang berdekatan dengan shear stress
  6. Modulus Young: Hukum Hook menyatakan bahwa ketika benda kerja pada sutu bahan yang elastis maka tegangan akan seimbang dengan regangan. Dimana E adalah konstanta maka dapat dikatakan modulus young, dan satuan yang digunakan adalah kg/cm3 atau N/mm2.
  7. Bearing Stress / Tegangan Dukung : Pembatasan compressive stress pada area antara 2 bagian dikenal sebagai bearing stress. Bearing stress ini dapat digunakan dalam mendesign penyambungan paku. Distribusi dari bearing stress ini tidak selalu sama tetapi bergantung pada bentuk permukaan benda kerja dan sifat-sifat fisik dari dua material tersebur. Sedangkan distribusi tekanan akan sama. Bila pendistribusian stress sulit untuk ditentikan oleh karena itu bearing stress biasanya dikalkuasikan dengan membagi beban pada beberap area. 
  8. Bending Stress / Tegangan Tekuk: Dalam kegiatan perteknikan, bagian-bagian atau anggota structural mungkin menjadi sasaran pada beban static atau dinamis yang disebut sebagai bending stress. Sedikit pertimbangan akan menujukkan karena adanya moment bending, kabel pada bagian atas benda kerja akan diperpendek karena akompresi terebut.
## Itulah Sedikit Tentang "Klasifikasi dan Sifat Material Teknik" Semoga bermanfaat Kawan...

iklan

 

Copyright © ILMU TEKNIK. All rights reserved. Published By Kaizen Template CB Blogger & Templateism.com