Minyak pelumas (oli)
merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam mesin piston (motor bakar)
atau mesin-mesin dimana terdapat komponen yang bergerak, seperti shaft, bearing dan gear. Hal ini
karena oli berfungsi sebagai pelumas pada permukaan komponen yang saling
bersentuhan. Dengan adanya pelumas, energi yang terbuang karena gesekan menjadi
minimal dan dengan demikian usia pakai komponen menjadi bertambah. Fungsi oli
yang lain adalah sebagai pendingin dari efek panas yang dihasilkan dari
pembakaran bahan bakar dan dari gesekan antara komponen.
Pada saat mesin bekerja,
gesekan terjadi berulang-ulang antar komponen mesin. Hal inilah yang dapat
mengakibatkan keausan atau kerusakan pada bagian permukaan komponen tersebut.
Minyak pelumas inilah yang kemudian berfungsi membuat permukaan antar komponen menjadi licin,
sehingga gesekan langsung antar komponen mesin tersebut dapat dicegah. Besarnya
gesekan bisa menyebabkan mesin mengalami overheat (kelewat panas) hingga
macet atau menyebabkan kerusakan pada silinder, piston, klep, lahar dan
lainnya. Hal itu pun dapat mengakibatkan ketidakberesan pompa oli, dan
kebocoran saluran oli.
Salah satu
fungsi pelumas adalah mencegah korosi (corrosion inhibitor). Proses
pembakaran normal akan menghasilkan air dan asam dan ketika mesin telah dingin
bisa ditemukan dalam saluran mesin, sehingga pelumas mesin perlu ditambahkan
dengan bahan penghambat korosi yaitu campuran organik dari fosfor dan belerang
yang dapat mencegah kecenderungan pembakaran yang menyebabkan korosi pada
permukaan logam misalnya pada dinding silinder dan mencegah kerusakan
bantalan-bantalan utama khususnya yang dibuat dari paduan timah-perunggu
(Amanto dalam Gufron, 2006).

0 komentar:
Posting Komentar