Tampilkan postingan dengan label menejemen bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menejemen bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2015

Analisa Perencanaan Bisnis yang baik dan benar

Analisa Perencanaan Bisnis

Di dalam Perencanaan bisnis, kita perlu terlebih dahulu memikirkan hal-hal apa saja yang perlu di perhitungkan.







Inilah hal-hal yang perlu di perhitungkan untuk perancangan bisnis:
  1. Perencanaan Bisnis 
  2. Pemilihan Bisnis 
  3. Studi Kelayakan.
  4. Pertimbangan Kelayakan Bisnis
  5. Kelayakan Bisnis
  6. Pertimbangan Khusus
  7. Mulai Secara Sederhana
  8. Mengapa Dimulai Secara Sederhana.
  9. Menuju Keunggulan Produk .
  10. Memulai Kegiatan Bisnis
  11. Permodalan
  12. Keberanian Terjun Berbisnis
  13. Pemasaran Prioritas Utama. Dukungan Lain Terhadap Pemasaran.
  14. Titik Balik.
  15. Mencapai Titik Balik Secepatnya.
  16. Mendorong Akselerasi Pemasaran.
  17. Pemasaran Di Tingkat Aman.


Perencanaan Bisnis 
Dalam dunia bisnis perencanaan tidak boleh diabaikan, apalagi untuk pencapaian tujuan dalam dunia bisnis diperlukan pengorbanan yang sangat besar
Pemilihan Bisnis

Dalam perencanaan bisnis maka pertama-tama yang harus dipikirkan adalah memilih bisnis yang tepat.
Studi Kelayakan.
Agar tidak sampai salah pilih dalam bisnis yang akan diterjuni maka hendaknya diadakan study kelayakan.
Pertimbangan Kelayakan Bisnis
Untuk mengetahui layak tidaknya suatu binis perlu mempertimbangkan beberapa faktor antara lain faktor pemasaran, tingkat persaingan, bahan baku, sumberdaya manusia dan sebagainya.
 Kelayakan Bisnis
Apabila suatu bisnis dianggap layak maka berarti bisnis tersebut dapat dipilih untuk diterjuni.
 Pertimbangan Khusus.
Pertimbangan khusus tersebut antara lain hendaknya bisnis itu dapat dimulai secara sederhana dengan resiko terkendali.
Mulai Secara Sederhana.
Memulai secara sederhana merupakan filosofi perencanaan yang tepat, meskipun kita memungkinkan memulai bisnis langsung secara besar-besaran. Hal ini adalah suatu perencanaan yang tepat dari sisi manajemen. Apalagi bila yang merintis bisnis tersebut adalah pemula bisnis.
Mengapa Dimulai Secara Sederhana.
Dengan memulai secara sederhana kita dapat mengembangkan bisnis tersebut secara bertahap tapi mantap. Sebaliknya bila sampai mengalami kegagalan akan lebih mudah bangkit kembali. Baik itu dari sisi permodalan maupun dari sisi mental.
Menuju Keunggulan Produk .
Kiat memilih bisnis yang dekat dengan hobby dan kesenangan dapat mendukung ketekunan dan keseriusan dalam penanganan bisnis tersebut.
Memulai Kegiatan Bisnis.
Apabila telah mampu ditetapkan bisnis yang tepat sesuai dengan diri kita, maka hendaknya direncanakan bagaimana merintis bisnis tersebut.
Permodalan.
Masalah permodalan dalam perintisan bisnis sebaiknya dilakukan dengan modal sendiri atau bila terpaksa berpartner dengan relasi.
Keberanian
Terjun Berbisnis.
Hambatan pertama dalam perintisan bisnis adalah apabila perintisan bisnis tersebut tidak kunjung terwujud tetapi di angan - angan saja.

Apabila perintisan tersebut tidak juga terwujud dalam waktu yang lama maka keberanian untuk terjun berbisnis harus ditingkatkan.
Pemasaran Prioritas Utama.
Apabila bisnis telah terwujud segeralah usahakan untuk mem- buat suatu perencanaan bagaimana memasarkan produk/jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.
Dukungan Lain Terhadap Pemasaran.
Apabila pemasaran mulai kelihatan hasilnya, perhatikan yang lain terutama hal-hal yang dapat menunjang pemasaran.
Titik Balik.
Jangan lupa kita harus membuat suatu perhitungan tingkat produksi/penjualan, dimana perusahaan mencapai titik impas.
Mencapai Titik Balik Secepatnya.
Perencanaan harus dilakukan agar dapat memacu pemasaran, sehingga pencapaian titik impas dapat segera terwujud.
Mendorong Akselerasi Pemasaran.
Untuk dapat memacu pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan meningkatkan keaktifan dalam penjualan, mengadakan promosi penjualan serta kegiatan-kegiatan yang lain untuk memperkenalkan produk / jasa.
Pemasaran Di Tingkat Aman.
Seyogyanya kita tidak berhenti dalam memacu pemasaran, meskipun titik impas telah tercapai. Sebab biasanya apabila penjualan sedikit menurun, kerugian kembali terjadi.

Rabu, 01 Juli 2015

Pengertian dan Arti Penting Analisis Laporan Keuangan Koperasi

Pengertian dan Arti Penting Analisis Laporan Keuangan Koperasi

Dalam PSAK Nomor 27 dinyatakan bahwa laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi. Laporan keuangan koperasi lebih ditujukan kepada pihak-pihak di luar pengurus koperasi dan tidak dimaksudkan untuk pengendalian usaha (Ikatan Akuntan Indonesia: 2002). Selanjutnya berdasarkan laporan keuangan koperasi tersebut, para pemakai dapat melakukan penilaian terhadap kinerja koperasi.

Kepentingan pemakai utama laporan keuangan koperasi terutama adalah untuk:
  1. Menilai pertanggungjawaban pengurus 
  2. Menilai prestasi pengurus 
  3. Menilai manfaat yang diberikan koperasi terhadap anggotanya 
  4. Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah sumber daya, karya dan jasa yang diberikan kepada koperasi (Ikatan Akuntan Indonesia: 2002). Oleh karena itu begitu penting untuk selalu dilakukan analisis terhadap laporan keuangan koperasi agar segera terdeteksi jika terjadi ketidakberesan masalah keuangan di koperasi.
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil usaha yang telah dicapai oleh koperasi. Data keuangan akan bermakna jika dilakukan analisis, sehingga dapat segera digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. 

Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencanan perusahaan, penanaman modal/investasi, pencarian sumber-sumber dana oprasi perusahaan lainnya (Amin Wijaya Tunggal: 1995: 22). 

Melalui analisis laporan keuangan ini maka para pemakai informasi akuntansi dapat mengambil keputusan. Pengelola/manajer koperasi dapat menilai apakah kinerjanya dalam suatu periode yang lalu mendatangkan keuntungan atau tidak.

iklan

 

Copyright © ILMU TEKNIK. All rights reserved. Published By Kaizen Template CB Blogger & Templateism.com