Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan teknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu pengetahuan teknik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

Peristiwa/Kejadian Saling Lepas (Mutually Exclusive) Probabilitas

Peristiwa/Kejadian Saling Lepas (Mutually Exclusive)

Kejadian saling lepas terjadi apabila hanya satu dari dua atau lebih peristiwa yang dapat terjadi. Oleh sebab itu, kejadian bersama dalam peristiwa saling lepas tidak ada.


Diagram Venn menunjukkan bahwa peristiwa A (jual saham) dan B (beli saham) saling lepas. Kejadian bersama untuk peristiwa saling lepas dinyatakan:
P(AB) = 0
Oleh sebab itu, untuk peristiwa saling lepas, probabilitas kejadian A atau B yang dinyatakan dengan P(A atau B):

P(A atau B) = P(A) + P(B) - P(AB)

Karena P(AB) = 0, maka

P(A atau B) = P(A) + P(B) - 0

Sehingga P(A atau B) dinyatakan sebagai berikut


P(A atau B) = P(A) + P(B) - P(AB)
= 0,6 + 0,4 - 0
= 1,0

P(D atau E atau F) = P(D) + P(E) + P(F) - P(DEF)
= 0,35 + 0,40 + 0,25 - 0
= 1,0
P(D atau E) = P(D) + P(E) - P(DE)
= 0,36 + 0,40 - 0
= 0,75

Peristiwa/Kejadian Bersama Probabilitas

Peristiwa/Kejadian Bersama

Jarang sekali dalam kehidupan sehari-hari hanya terjadi satu peristiwa. Kejadian seperti jual atau beli saja tanpa tahu apa yang dijual atau dibeli jarang sekali terjadi. Kegiatan jual saham pastilah diketahui saham apa yang dijual atau dibeli. Jadi kegiatannya ada 2 jenis, yaitu (a) kegiatan jual saham dan (b) sahamnya adalah saham BCA. Oleh sebab itu, ada kejadian bersama (joint event). Probabilitas kejadian bersama dilambangkan dengan P(AD) untuk kegiatan jual saham BCA dan P(BD) untuk kejadian beli saham BCA.

Contoh. Cobalah hitung berapa probabilitas jual saham BCA P(AD) dan probabilitas beli saham BCA P(BD).


Maka dari Diagram Venn terlihat adanya perhitungan ganda yaitu kejadian AD. Oleh sebab itu, untuk penjumlahan probabilitas dengan adanya unsur kegiatan bersama, maka rumus penjumlahan menjadi: 
P(A atau D) = P(A) + P(D) - P(AD)
Berapa probabilitas kejadian jual saham atau saham BCA, P(A atau D) ?
P(A atau D) = P(A) + P(D) - P(AD)
= 0,6 + 0,35 - 0,15
= 0,80
Berapa probabilitas kejadian beli saham atau saham BNI, P(B atau F) ?
P(B atau F) = P(B) + P(F) - P(BF)
= 0,40 + 0,25 - 0,05 
= 0,60

Konsep Dasar dan Hukum Probabilitas

Probabilitas kejadian dilambangkan dengan P.
Apabila kejadian jual saham dinyatakan dengan huruf A, maka probabilitas hual saham dinyatakan dengan P(A). Sebaliknya bila kejadian beli saham adalah B, maka probabilitas beli saham P(B).

Hukum Penjumlahan

Jika kejadian A dan B saling lepas, hukum penjumlahan menyatakan bahwa probabilitas suatu kejadian atau probabilitas kejadian lain terjadi sama dengan penjumlahan probabilitas masing-masing kejadian




Probabilitas BCA = P(D) = 70 / 200 = 0,35
Probabilitas BLP = P(E) = 80 / 200 = 0,40
Probabilitas BNI = P(F) = 50 / 200 = 0,25
Berapa probabilitas kejadian BCA atau BNI?
P(D atau F) = P(D) + P(F) = 0,35 + 0,25 = 0,6
Berapa probabilitas kejadian BCA atau BLP atau BNI?
P(D atau E atau F) = P(D) + P(E) + P(F) = 0,35 + 0,40 + 0,25 = 1,0

Pendekatan Probabilitas -Klasik, Relatif & Subjektif

Bagaimana menentukan probabilitas.?
Bagaimana menentukan probabilitas suatu kejadian seperti probabilitas investor menjual saham 0,7, probabilitas inflasi dua digit di Indonesia 70% dan probabilitas Persita menang atas PSIS 50%. Untuk menentukan tingkat probabilitas ada tiga pendekatan, yaitu:


Pendekatan Klasik

Pendekatan klasik mengasumsikan bahwa sebuah peristiwa mempunyai kesempatan untuk terjadi yang sama (equally likely). Probabilitas suatu peristiwa kemudian dinyatakan sebagai rasio antara jumlah kemungkinan hasil dengan total kemungkinan hasil (rasio peristiwa terhadap hasil)


Peristiwa menjual dan membeli saham mempunyai kesempatan yang sama untuk terjadi pada kegiatan jual beli saham. Jumlah hasil ada 2 dan hanya 1 peristiwa yang terjadi, maka probabilitas menjual atau membeli adalah sama, yaitu ½

Pada suatu percobaan di mana hanya ada satu peristiwa yang terjadi, sehingga peristiwa lain tidak dapat terjadi pada suatu percobaan dengan waktu yang sama dikenal dengan peristiwa saling lepas (mutually exclusive).

Peristiwa saling lepas (mutually exclusive) adalah terjadinya suatu peristiwa sehingga peristiwa lain tidak terjadi pada waktu yang sama

Pendekatan Relatif
Berbeda dengan pendekatan klasik, besar probabilitas suatu peristiwa tidak dianggap sama, tetapi tergantung pada berapa banyak suatu peristiwa terjadi dari keseluruhan percobaan atau kegiatan yang dilakukan.


Jadi pendekatan relatif mendasarkan besarnya probabilitas pada banyaknya suatu peristiwa terjadi dari keseluruhan percobaan, kegiatan atau pengamatan yang dilakukan.

Pendekatan Subjektif 
Pendekatan subjektif adalah menentukan besarnya probabilitas suatu peristiwa didasarkan pada penilaian pribadi dan dinyatakan dalam derajat kepercayaan. 
Penilaian subjektif diberikan karena terlalu sedikit atau tidak ada informasi yang diperoleh atau berdasarkan keyakinan. 

Pendekatan subjektif menyatakan probabilitas suatu peristiwa terjadi berdasarkan penilaian pribadi 

Contoh pendekatan subjektif seperti 
  1. menurut Presiden Saddam Husen Irak pasti akan menang melawan Amerika, 
  2. menurut Presiden Amerika rakyat Irak akan menyambut tentara Amerika dengan suka cita, 
  3. menurut Mentri Keuangan Indonesia periode 1996-1998, Indonesia tidak akan pernah krisis karena pondasi ekonomi kuat, atau 
  4. Anda akan mendapatkan nilai minimal B untuk matakuliah Statistik I. 
Semua contoh di atas hanya didasarkan pada penilaian pribadi dan tidak banyak menggunakan informasi sebagai dasar pertimbangan. 
Oleh sebab itu, pendekatan demikian dinamakan pendekatan subjektif.

Pengertian Probabilitas-- Statistik & Probabilitas

Pendahuluan

Teori probabilitas merupakan cabang dari ilmu matematika terapan (applied mathematics) dan menelaah perilaku faktor untung-untungan (chance factor). Konsep tentang untung-untungan sendiri lebih mudah dijelaskan dengan contoh-contoh daripada dirumuskan dengan kata-kata.


  • Anda ingin belajar bahasa Inggris? Pada saat ini banyak lembaga yang memberikan kursus bahasa tersebut, misalnya LB-LIA, EF, BBC, Oxford, London School, Primagama dan lain-lain. Mana yang Anda pilih? Untuk memudahkan pilihan, Anda dapat menanyakan pada 30 teman, di mana mereka kebanyakan ikut kursus. Lembaga yang mempunyai probabilitas peserta banyak yang mungkin lebih cocok Anda pilih.
  •  PT HM Sampoerna merupakan perusahaan rokok besar. Namun demikian dalam industri rokok persaingan sangat sengit. Oleh sebab itu, mutu produk harus dijaga dengan baik. Bagian mutu HM Sampoerna harus menjamin bahwa rokok keluarannya berkualitas. Untuk itu, bagian mutu selalu menguji dengan mengambil sampel dari total produksi. Mengapa bagian mutu hanya mengambil sampel untuk menjamin mutu? Oleh karena jika diuji semuanya, maka rokok akan habis diuji dan tidak ada yang dijual. Oleh sebab itu, sampel tersebut menggambarkan probabilitas terhadap mutu total produksi.


Pengertian Tentang Probabilitas
Tidak ada yang pasti dalam hidup ini. Dalam setiap pekerjaan, kita menduga-duga peluang keberhasilan, mulai dari bisnis sampai pengobatan hingga cuaca. Tetapi hampir sepanjang sejarah manusia, probabilitas, kajian formal tentang kaidah peluang, hanya dipakai untuk satu hal: Untung-untungan.
Probabilitas adalah suatu ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa (event) akan terjadi di masa mendatang. Probabilitas dinyatakan antara 0 dan 1 atau dalam persentase
Percobaan adalah pengamatan terhadap beberapa aktivitas atau proses yang memungkinkan timbulnya paling sedikit 2 peristiwa tanpa memperhatikan peristiwa mana yang akan terjadi

Percobaan adalah aktivitas yang melahirkan suatu peristiwa. 
Contoh:
kegiatan melempar uang koin akan melahirkan peristiwa muncul gambar atau angka, kegiatan jaul beli saham akan melahirkan peristiwa membeli atau menjual, perubahan harga-harga akan melahirkan inflasi dan deflasi, mahasiswa yang giat belajar akan melahirkan prestasi yang memuaskan, sangat memuaskan atau terpuji. Pertandingan sepakbola akan melahirkan peristiwa menang, kalah atau seri. Kegiatan-kegiatan yang melahirkan peristiwa tersebut dikenal sebagai percobaan.
Hasil (outcome) adalah suatu hasil dari sebuah percobaan
Dari suatu percobaan akan memberikan hasil. Dari contoh kegiatan di atas dapat diperoleh hasil sebagai berikut.


Senin, 06 Juli 2015

Sistem Gaya

SYSTEM GAYA

Sistem Gaya
Defenisi Gaya Adalah: sebagai aksi suatu benda terhadap benda lainnya.
Kita mengetahui bahwa gaya merupakan suatu besaran vektor, karena akibat yang ditimbulkannya bergantung pada arahnya selain hukum jajaran genjang dari kombinasi vektor. 
Jadi spesifikasi lengkap dari aksi suatu gaya harus mencantumkan besar, arah dan titik kerjanya, yang dalam kasus ini diperlukan sebagai vektor tetap.

Aksi sebuah gaya pada suatu benda dapat digolongkan ke dalam dua pengaruh yaitu luar (ekternal) dan dalam (internal). 
Gaya digolongkan sebagai gaya kontak atau gaya benda, gaya kontak terjadi akibat kontak fisik langsung antara dua benda. Gaya benda adalah gaya yang terjadi akibat aksi dari jauh, seperti gaya gravitasi dan gaya magnetik.


Karakteristik sebuah gaya yang dinyatakan oleh hukum Newton ketiga harus benar-benar diperhatikan. Aksi sebuah gaya selalu oleh reaksi yang besarnya sama dan berlawanan arah. Sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui dengan jelas dalam pikiran kita pasangan gaya dipisahkan dan gaya yang dikenakan pada benda ini (bukan oleh benda) digambarkan. 
Kekeliruan akibat kecerobohan dan kesalahan dalam meninjau pasangan gaya sangat mudah terjadi apabila kita tidak berhati-hati sewaktu membedakan antara aksi dan reaksi.

Komponen Persegi – Panjang 
Penguraian secara dua dimensi suatu vektor gaya yang paling umum ialah penguraian atas komponen-komponen persegi panjang. Sesuai dengan kaidah jajaran genjang, vektor F dapat ditulis sebagai:

F = Fx + Fy 

Dimana F = Fx + Fy adalah komponen-komponen vektor dari F. 
Selanjutnya setiap dua komponen vektor dapat ditulis suatu skalar dikalikan dikalikan vektor satuan yang sesuai. Jadi, dalam vektor-vektor satuan i dan j dapat ditulis dengan :

F = Fxi + Fyj merupakan komponen skalar x dan y dari vektor F. kita amati bahwa pada umumnya komponen skalar dapat postif atau negatif, tergantung pada kwadran di mana vektor F tersebut berada. Untuk gaya pada komponen-komponen skalar x dan y adalah positif dan dihubungkan dengan besar dan arah F dengan :


Senin, 29 Juni 2015

Pengendalian Korosi

Pengendalian Korosi



Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya. Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik menjadi panjang sesuai dengan yang direncanakan, bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri. 

Pengendalian korosi pada peralatan elektronik dapat dilakukan melalui pengendallian

lingkungan atau ruangan di mana peralatan tersebut ditempatkan. Penanganan

masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi serta

peralatan penunjang lainnya. 

Kegiatan ini harus dapatmengidentifikasi,mengantisipasi dan menangani masalahmungkin dilakukan terhadap fasilitas yang berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar ruangan. 
Upaya pengendalian korosi ini harus melibatkan semua fihak yang terlibat dalam pengoperasian alat, mesin, instalasi serta fasilitas lainnya. 
Masalah korosi dan upaya pengendaliannya perlu diperkenalkan kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan yang terlibat langsung dalam kegiatan industri. Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam upaya pengendalian korosi peralatan elektronik, antara lain adalah :

1. pencemaran udara akibat terlepasnya bahan-bahan korosif ke lingkungan. 

Menutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari masuknya debu-debu ke dalam alat. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke dalam alat dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen elektronik di dalam alat tersebut

Menurut Raka, untuk pencegahan korosi terutama di bagian splash zone, cara yang digunakan sekarang adalah dengan coating atau penggunaan bahan pelapis antikarat. 

Cara lainnya seperti sistem catodic protection masih dikaji kemungkinan penggunaannya. Teknik ini memanfaatkan tenaga listrik. "Dengan aliran listrik kecil, korosi dipancing agar tidak menyerang pipa pancang, tapi dialihkan ke seng yang telah disiapkan," jelas Raka. 

Hanya saja, lanjut dia, penerapan teknik tersebut memerlukan perawatan yang ekstra karena prosesnya berjalan terus menerus. Jika kerusakan tidak segera ditangani, maka teknik itu tidak dapat berfungsi. 

Ditambahkan Dr Ir Mochamad Ashari MEng, staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro ITS, untuk mencegah korosi Jembatan Suramadu sebenarnya lebih tepat menggunakan sistem catodic protection, yakni bentuk perlindungan aktif terhadap besi atau baja dengan cara pengaturan ionik. Sistem ini relatif mampu melindungi besi dalam kondisi kadar garam yang cukup tinggi seperti di Selat Madura. Lebih jelas lihat gambar! 

"Dari beberapa kali kejadian, tegangan listrik di kawasan tersebut mudah sekali turun, dikarenakan tiang listriknya mengalami korosi," katanya. 

Menurut Ashari, teknologi anti-karat semacam itu sudah banyak diterapkan di Indonesia. Tidak hanya untuk jembatan, tapi juga untuk kapal-kapal yang terbuat dari unsur besi atau baja. 

itulah faktor yang dapat mengendalikan korosi

Kamis, 28 Mei 2015

High Integrity Proces Die Casting

High Integrity Proces Die Casting



    Proses die casting dengan integritas tinggi yang telah berhasil dikembangkan dan digunakan untuk produksi komersil dengan skala besar adalah vacuum die casting, squeeze casting dan semi-solid metalworking (Jorstad, 2003).

    Vacum die casting menggunakan pengontrol vakum untuk mengekstrak gas-gas dari saluran cetakan dan sistem saluran turun selama proses injeksi. Proses ini meminimalkan jumlah νentrained dan V'Lube.

    Squeeze casting dicirikan dengan penggunaan daerah pengisian yang luas.
    Pada proses vacum die casting dirancang untuk meminimalkan jumlah νentrained dan V'Lube dengan mekanisme yang berbeda. 
    Pengisian secara planar membuat gas-gas lepas dari cetakan melalui ventilasi yang tetap terbuka selama injeksi logam cair.
    Daerah pengisian yang luas membuat tekanan dapat dipertahankan selama pembekuan, mengurangi besaran V
    Porositas akibat gas yang terjebak dan penyusutan selama pembekuan dapat berkurang dengan squeeze casting.
    Pengerjaan logam semi-solid adalah
Proses yang paling rumit pada proses high integrity die casting. 
    Selama proses campuran setengah solid dan setengah liquid diinjeksi ke dalam saluran cetakan. Pengisian secara planar meminimalkan gas yang terjebak seperti pada proses squeeze casting.
    Penyusutan selama pembekuan menjadi sangat berkurang karena logam yang diinjeksi telah berbentuk padat.
    Dengan mengurangi porositas struktur mikro yang unik dibentuk selama proses pengerjaan logam dengan sifat mekanis lebih baik dibanding proses die casting biasa.


Itu sedikit ulasan dari saya tentang High Integrity Proces Die Casting.terimakasih telah mengunjungi blog ini. Semoga dapat bermanfaat buat teman dan dapat menjadi acuan untuk mencapai sukses kedepannya. Apabila terdapat kesalahan dalam tulisan ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Apabila ada kritik dan saran, anda dapat melampirkannya di bawah ini. 

________________________SALAM SUKSES________________________ 

Trimakasih GBU

Senin, 18 Mei 2015

DASAR-DASAR KONVERSI ENERGI



DASAR-DASAR KONVERSI ENERGI


Dasar konversi energi listrik merupakan matakuliah yang mengenalkan konsep dasar tentang pengkonversian energi listrik serta dapat menghitung besarnya energi yang dibangkitkan. bidang konversi energi yang begitu luas dan aktual yang hampir meliputi seluruh disiplin ilmu, terutama Termodinamika, Mekanika Fluida, Perpindahan Panas serta konsep-konsep dasar perpindahan energi dan konversi energi, Ilmu pengetahuan, ini tentu saja harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang sistem fisik yang melaksanakan konversi energi tersebut. Bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah dasar konversi energi listrik, setelah lulus diharapkan dapat menguasai/menjelaskan prinsip-prinsip Konversi Energi listrik secara fundamental, seperti Turbin Uap, Gas, Air, Energi Surya , energi angina, serta masalah lingkungan hidup yang berkaitan dengan pembangkitan energi listrik, yang kesemuanya mengkonversikan bentuk dari energi asal menjadi listrik dan mekanik juga dapat berupa energi lainya yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, Penelitian tentang desain dan konstruksi sistim Konversi Energi ini mengkaitkan konsep-konsep teori dengan sistem fisik. Disamping itu juga dipelajari Sistem Konversi Energi dari segi performance, kesukaran-kesukaran pengoperasiannya dan ekonomi operasional yang diantisipasikan.

I. Peluang Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

A. Menipisnya cadangan minyak bumi.
Setelah terjadinya krisis energi yang mencapai puncak pada dekade 1970, dunia menghadapi kenyataan bahwa persediaan minyak bumi, sebagai salah satu tulang punggung produksi energi terus berkurang
Bahkan beberapa ahli berpendapat, bahwa dengan pola konsumsi seperti sekarang, maka dalam waktu 50 tahun cadangan minyak bumi dunia akan habis. Keadaan ini bisa diamati dengan kecenderungan meningkatnya harga minyak di pasar dalam negeri, serta ketidak stabilan harga tersebut di pasar internasional, karena beberapa negara maju sebagai konsumen minyak terbesar mulai melepaskan diri dari ketergantungannya kepada minyak bumi sekaligus berusaha mengendalikan harga, agar tidak meningkat. Sebagai contoh; pada tahun 1970 negara Jerman mengkonsumsi minyak bumi sekitar 75% dari total konsumsi energinya, namun pada tahun 1990 konsumsi tersebut menurun hingga tinggal 50% (Pinske, 1993).
Jika dikaitkan dengan penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar sistem pembangkit listrik, maka kecenderungan tersebut berarti akan meningkatkan pula biaya operasional pembangkitan yang berpengaruh langsung terhadap biaya satuan produksi energi listriknya. Di lain pihak biaya satuan produksi energi listrik dari sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan menunjukkan tendensi menurun, sehingga banyak ilmuwan percaya, bahwa pada suatu saat biaya satuan produksi tersebut akan lebih rendah dari biaya satuan produksi dengan minyak bumi atau energi fosil lainnya

B. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan
Dalam sepuluh tahun terakhir ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan hidup menunjukkan gejala yang positif. Masyarakat makin peduli akan upaya penanggulangan segala bentuk potusi, mulai dari sekedar menjaga kebersihan lingkungan sampai dengan mengontrol limbah buangan dan sisa produksi. Banyak pembangunan proyek fisik yang memperhatikan faktor pelestarian lingkungan, sehingga perusakan ataupun pengotoran yang merugikan lingkungan sekitar dapat dihindari, minimal dikurangi. Setiap bentuk produksi energi dan pemakaian energi secara prinsip dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, karena pencemaran udara, air dan tanah, akibat pembakaran energi fosil, seperti batubara, minyak dan gas di industri, pusat pembangkit maupun kendaraan bermotor. Limbah produksi energi listrik konvensional, dari sumber daya energi fosil, sebagian besar memberi kontribusi terhadap polusi udara, khususnya berpengaruh terhadap kondisi klima.
Pembakaran energi fosil akan membebaskan Karbondioksida (CO2) dan beberapa gas yang merugikan lainnya ke atmosfir. Pembebasan ini merubah komposisi kimia lapisan udara dan mengakibatkan terbentuknya efek rumah kaca (treibhouse effect), yang memberi kontribusi pada peningkatan suhu bumi. Guna mengurangi pengaruh negatif tersebut, sudah sepantasnya dikembangkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan dalam produksi energi listrik. Sebagai ilustrasi, setiap kWh energi listrik yang diproduksi dari energi terbarukan dapat menghindarkan pembebasan 974 gr CO2, 962 mg SO2 dan 700 mg NOx ke udara, dari pada Jlka diproduksi dari energi fosil. Bisa dihitung, jika pada tahun 1990
yang lalu 85% dari produksi energi listrik di Indonesia (sekitar 43.200 GWh) dihasilkan oleh energi fosil, berarti terjadi pembebasan 42 juta ton CO2, 41,5 ribu ton SO2 serta 30 ribu ton NOx. Kita tahu bahwa CO2 merupakan salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca, SO2 mengganggu proses fotosintesis pada pohon, karena merusak zat hijau daunnya, serta menjadi penyebab terjadinya hujan asam bersama-sama dengan NOx. Sedangkan NOx sendiri secara umum dapat menumbuhkan sel-sel beracun dalam tubuh mahluk hidup, serta meningkatkan derajat keasaman tanah dan air jika bereaksi dengan SO2.

C. Kendala pengembangan Energi terbarukan di Indonesia

Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;
1.      relatif mudah didapat,
2.      dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
3.      tidak mengenal problem limbah,
4.      proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
5.      tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar (Jarass,1980).
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:
1.      harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp. 4.600,-/liter sementara di Amterdam mencapai Rp.17.565,-/liter, atau sekitar epat kali lebih tinggi.
2.      rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
3.      biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
4.      belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
5.      secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
6.      kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.
Potensi sumber daya energi terbarukan, seperti; matahari, angin dan air, ini secara prinsip memang dapat diperbarui, karena selalu tersedia di alam. Namun pada kenyataannya potensi yang dapat dimanfaatkan adalah terbatas. Tidak di setiap daerah dan setiap waktu; matahari bersinar cerah air jatuh dari ketinggan dan mengailr deras serta angin bertiup dengan kencang Di sebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan tersebut, nilaii sumber daya energi sampal saat ini belum dapat begitu menggantikan kedudukan sumber daya energi fosil sebagai bahan baku produksi energi listrik. Oleh sebab itu energi terbarukan ini lebih tepat disebut sebagai energi aditif, yaitu sumber daya energi tambahan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi listrik, serta menghambat atau mengurangi peranan sumber daya energi fosil.

D. Strategi Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Berdasar atas kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan peran energi terbarukan pada produksi energi listrik khususnya, maka beberapa strategi yang mungkin diterapkan, antara lain:
1.      meningkatkan kegiatan studi dan penelitian yang berkaitan dengan; pelaksanaan identifikasi setiap jenis potensi sumber daya energi terbarukan secara lengkap di setiap wilayah; upaya perumusan spesifikasi dasar dan standar rekayasa sistem konversi energinya yang sesuai dengan kondisi di Indonesia; pembuatan "prototype" yang sesuai dengan spesifikasi dasar dan standar rekayasanya; perbaikan kontinuitas penyediaan energi listrik; pengumpulan pendapat dan tanggapan masyarakat tentang pemanfaatan energi terbarukan tersebut.
2.      menekan biaya investasi dengan menjajagi kemungkinan produksi massal sistem pembangkitannya, dan mengupayakan agar sebagian komponennya dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak semua komponen harus diimport dari luar negeri. Penurunan biaya investasi ini akan berdampak langsung terhadap biaya produksi.
3.      memasyarakatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengadakan analisis dan evaluasi lebih mendalam tentang kelayakan operasi sistem di lapangan dengan pembangunan beberapa proyek percontohan .
4.      meningkatkan promosi yang berkaitan dengan pemanfaatan energi dan upaya pelestarian lingkungan.
5.      memberi prioritas pembangunan pada daerah yang meliki potensi sangat tinggi, baik teknis maupun sosio-ekonomisnya.
6.      memberikan subsidi silang guna meringankan beban finansial pada tahap pembangunan. Subsidi yang diberikan, dikembalikan oleh konsumen berupa rekening yang harus dibayarkan pada setiap periode waktu tertentu. Dana yang terkumpul dari rekening tersebut digunakan untuk mensubsidi pembangunan sistem pembangkit energi listrik di wilayah lain.
Pembangunan sistem pembangkit energi listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, terutama air, sudah banyak dilaksanakan di Indonesia. Pemanfaatan energi angin banyak diterapkan di daerah pantai, seperti di Jepara, pulau Lombok, Sulawesi dan Bali. Sementara energi matahari telah dimanfaatkan di beberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan wlayah timur Indonesia. Sebagian besar dari pembangunan tersebut berupa proyea-proyek percontohan.

II. Energi Terbarukan Sebagai Energi Aditif di Indonesia

Merupakan suatu kenyataan bahwa kebutuhan akan energi, khususnya energi listrik di Indonesia, makin berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari seiring dengan pesatnya peningkatan pembangunan di bidang teknologi, industri dan informasi. Namun pelaksanaan penyediaan energi listrik yang dilakukan oleh PT.PLN (Persero), selaku lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola masalah kelistrikan di Indonesia, sampai saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik secara keseluruhan. Kondisi geografis negara Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan kepulauan, tersebar dan tidak meratanya pusat-pusat beban listrik, rendahnya tingkat permintaan listrik di beberapa wilayah, tingginya biaya marginal pembangunan sistem suplai energi listrik (Ramani,K.V,1992), serta terbatasnya kemampuan finansial, merupakan faktor-faktor penghambat penyediaan energi listrik dalam skala nasional.
Selain itu, makin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi fosil, khususnya minyak bumi, yang sampai saat ini masih merupakan tulang punggung dan komponen utama penghasil energi listrik di Indonesia, serta makin meningkatnya kesadaran akan usaha untuk melestarikan lingkungan, menyebabkan kita harus berpikir untuk mencari altematif penyediaan energi listrik yang memiliki karakter;
1.      dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian energi fosil, khususnya minyak bumi
2.      dapat menyediakan energilistrik dalam skala lokal regional
3.      mampu memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, serta
4.      cinta lingkungan, dalam artian proses produksi dan pembuangan hasil produksinya tidak merusak lingkungan hidup disekitarnya.
Sistem penyediaan energi listrik yang dapat memenuhi kriteria di atas adalah sistem konversi energi yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, seperti: matahari, angin, air, biomas dan lain sebagainya (Djojonegoro,1992). Tak bisa dipungkiri bahwa kecenderungan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber-sumber daya energi terbarukan dewasa ini telah meningkat dengan pesat, khususnya di negara-negara sudah berkembang, yang telah menguasai rekayasa dan teknologinya, serta mempunyai dukungan finansial yang kuat. Oleh sebab itu, merupakan hal yang menarik untuk disimak lebih lanjut, bagaimana peluang dan kendala pemanfaatan sumber-sumber daya energi terbarukan ini di negara-negara sedang berkembang, khususnya di Indonesia. 
nb. Diesel.
Klasifikasi dan prinsip kerja pompa dan kompresor, proses konversi energi pada pompa dan kompresor, aspek-aspek yang mempengaruhi proses konversi energi.
Klasifikasi dan prinsip kerja turbin air, uap dan gas, siklus Rankine, Brayton, dsb. Performansi. Siklus pada turbin gas. Klasifikasi dan prinsip kerja HVAC & refrigerator serta aspek-aspek yang mempengaruhi performansi, koefisien prestasi.

--------------------------------------00000000000000000000-------------------------------------------
 


iklan

 

Copyright © ILMU TEKNIK. All rights reserved. Published By Kaizen Template CB Blogger & Templateism.com