Tampilkan postingan dengan label Engineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Engineering. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

TEORI MESIN LOGAM (METAL MACHINING)

TEORI MESIN LOGAM

(METAL MACHINING)


Proses permesinan (machining) :

Proses pembuatan (manufacture) dimana perkakas potong (cutting tool) digunakan untuk membentuk material dari bentuk dasar menjadi bentuk yang diinginkan.

Proses permesinan sangat penting ditinjau dari sisi komersial dan teknologi, karena :

  1. Permesinan dapat diterapkan/ diaplikasikan untuk bermacam variasi material kerja (syarat : benda padat yang dapat di mesin, misal : logam, plastik, komposit, keramik, dll).
  2. Permesinan dapat digunakan untuk bentuk dasar geometris seperti : permukaan mendatar, membuat lubang, bentuk silinder, dll. Dengan kombinasi beberapa operasi permesinan yang tepat (sequence) dapat menghasilkan bentuk dan variasi yang hampir tak terbatas untuk diproduksi.
  3. Permesinan dapat menghasilkan ukuran dengan toleransi sangat ketat yaitu kurang dari 0,005 mm (5 mm).
  4. Permesinan memungkinkan untuk menghasilkan permukaan yang demikian halus hingga kurang dari 0,0004 mm (0,4 mm).

Karena karakteristik di atas, umumnya proses permesinan dilakukan setelah proses pembentukan (manufacture) lainnya seperti : pengecoran atau deformasi.

Proses manufaktur lainnya menghasilkan bentuk–bentuk dasar benda, dan proses permesinan menyelesaikan bentuk akhir geometris, ukuran, dan finishing.

PROSES PENGERJAAN LOGAM MENGGUNAKAN MESIN PERKAKAS
Gambaran umum teknologi permesinan :

Permesinan tidak hanya satu proses, tetapi sebuah keluarga dari banyak proses-proses lainnya.
Pada dasarnya gerakan relatif operasi permesinan yang paling utama terdiri dari :

  • Gerakan primer yang disebut kecepatan (speed).
  • Gerakan sekunder yang disebut umpan (feed).

Jenis-jenis Dari Operasi Permesinan (secara umum) :
  • Bubut (turning)
  • Bor (drilling)
  • Frais (milling)
  • Mesin konvensional lainnya : sekrap (planing), gergaji (sawing), gerinda (grinding), dll.

Faktor Ekonomi Dalam Proses :
  1. Benda kerja harus sesuai dengan kebutuhan pada bahan, bentuk, ketelitian, ukuran dan mutu permukaan.
  2. Waktu pengerjaan harus sesingkat mungkin
  3. Biaya pembuatan serendah mungkin, meliputi :
  • Keausan pahat & mesin
  • Kebutuhan bahan
  • Daya yang dipakai
MESIN PERKAKAS (machine tools) :

Mesin perkakas digunakan untuk memegang benda kerja, posisi perkakas (tools) relatif terhadap benda kerja, dan memiliki daya untuk proses memesin berupa kecepatan, umpan, dan kedalaman potong sesuai yang direncanakan. Untuk mengendalikan perkakas, benda kerja, dan kondisi pemotongan, mesin perkakas didisain untuk dapat menghasilkan produk yang akurat dan presisi (dengan toleransi kurang dari 0,005 mm).

Kemampuan yang diinginkan dari Mesin Perkakas :

  1. Memegang dan menyangga benda kerja
  2. Memegang dan menyangga pahat
  3. Mengadakan olah gerak (translasi & rotasi) pada pahat atau benda kerja
  4. Mengumpan pahat atau benda kerja sesuai ketelitian yang diinginkan
Itulah TEORI MESIN LOGAM yang dapat saya lampirkan mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman yang mengunjungi. Salam sukses.. gbu

Perbandingan Gambar Proyeksi Amerika Dan Proyeksi Eropa

Perbandingan Gambar Proyeksi Amerika Dan Proyeksi Eropa

 

Pandangan dalam gambar teknik mesin kebanyakan divisualisasikan menggunakan proyeksi lurus. Ada dua cara untuk menggambar proyeksi lurus, yaitu proyeksi sistem Amerika dan proyeksi sistem Eropa. Kedua proyeksi tersebut memiliki kesamaan untuk menyampaikan maksud dari suatu gambar, hanya saja cara menyampaikan yang berbeda, yaitu dengan memberikan gambar pandangan masing-masing. Karena perbedaan itu sering terjadi pemahaman yang berbeda-beda oleh pembaca gambar dalam memahami suatu gambar, sehingga para pembaca gambar menyimpulkan salah satu dari cara proyeksi tersebut lebih mudah dibanding yang lain. Untuk mengetahui lebih jelas proyeksi mana yang lebih mudah dipahami maka perlu dilakukan penelitian tentang gambar proyeksi.

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah:
  • seberapa besar nilai hasil belajar menggambar proyeksi sistem Amerika mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin, 
  • seberapa besar nilai hasil belajar menggambar proyeksi sistem Eropa mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin,
  • seberapa besar peningkatan hasil belajar menggambar proyeksi dengan sistem Amerika dan sistem Eropa mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin, dan 
  • apakah ada perbedaan hasil belajar menggambar proyeksi dengan sistem Amerika dan sistem Eropa mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan The Static Group Pre-test Post-test Design, menggunakan tes sebagai alat pengumpul data penelitian.Populasi penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang angkatan 2011 peserta mata kuliah Gambar Mesin yang terdiri dari 4 kelas atau rombel dengan jumlah 107 mahasiswa. Sampel diambil secara acak dengan metode random sampling, kemudian diperoleh rombel 2 sebagai kelompok eksperimen 1 menggambar proyeksi sistem Amerika dan rombel 1 sebagai kelompok eksperimen 2 menggambar proyeksi Eropa.

Hasil penelitian yang diperoleh dalam menggambar proyeksi sistem Amerika kelompok eksperimen 1 yang semula 41,48 meningkat menjadi 65,93 atau terjadi peningkatan 24,44 (58,94,%), sedangkan hasil menggambar proyeksi sistem Eropa kelompok eksperimen 2 yang semula 40,38 meningkat menjadi 55,00 atau terjadi peningkatan 14,62 (36,21%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar mahasiswa menggambar proyeksi Amerika setelah menggunakan pembelajaran berupa video CAD lebih tinggi dibandingkan dengan menggambar proyeksi Eropa. Hasil analisis uji-t nilai post-test juga menunjukkan adanya perbedaan dari dua kelompok penelitian, dengan demikian dapat dikatakan bahwa gambar proyeksi sistem Amerika lebih mudah untuk dipahami dibandingkan dengan gambar proyeksi sistem Eropa

itulah salah satu contoh perbedaan proyeksi amerika dan eropa. semoga bermanfaat..

Pengendalian Korosi

Pengendalian Korosi



Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya. Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik menjadi panjang sesuai dengan yang direncanakan, bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri. 

Pengendalian korosi pada peralatan elektronik dapat dilakukan melalui pengendallian

lingkungan atau ruangan di mana peralatan tersebut ditempatkan. Penanganan

masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi serta

peralatan penunjang lainnya. 

Kegiatan ini harus dapatmengidentifikasi,mengantisipasi dan menangani masalahmungkin dilakukan terhadap fasilitas yang berinteraksi langsung dengan lingkungan di luar ruangan. 
Upaya pengendalian korosi ini harus melibatkan semua fihak yang terlibat dalam pengoperasian alat, mesin, instalasi serta fasilitas lainnya. 
Masalah korosi dan upaya pengendaliannya perlu diperkenalkan kepada seluruh jajaran direksi dan karyawan yang terlibat langsung dalam kegiatan industri. Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam upaya pengendalian korosi peralatan elektronik, antara lain adalah :

1. pencemaran udara akibat terlepasnya bahan-bahan korosif ke lingkungan. 

Menutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari masuknya debu-debu ke dalam alat. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke dalam alat dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen elektronik di dalam alat tersebut

Menurut Raka, untuk pencegahan korosi terutama di bagian splash zone, cara yang digunakan sekarang adalah dengan coating atau penggunaan bahan pelapis antikarat. 

Cara lainnya seperti sistem catodic protection masih dikaji kemungkinan penggunaannya. Teknik ini memanfaatkan tenaga listrik. "Dengan aliran listrik kecil, korosi dipancing agar tidak menyerang pipa pancang, tapi dialihkan ke seng yang telah disiapkan," jelas Raka. 

Hanya saja, lanjut dia, penerapan teknik tersebut memerlukan perawatan yang ekstra karena prosesnya berjalan terus menerus. Jika kerusakan tidak segera ditangani, maka teknik itu tidak dapat berfungsi. 

Ditambahkan Dr Ir Mochamad Ashari MEng, staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro ITS, untuk mencegah korosi Jembatan Suramadu sebenarnya lebih tepat menggunakan sistem catodic protection, yakni bentuk perlindungan aktif terhadap besi atau baja dengan cara pengaturan ionik. Sistem ini relatif mampu melindungi besi dalam kondisi kadar garam yang cukup tinggi seperti di Selat Madura. Lebih jelas lihat gambar! 

"Dari beberapa kali kejadian, tegangan listrik di kawasan tersebut mudah sekali turun, dikarenakan tiang listriknya mengalami korosi," katanya. 

Menurut Ashari, teknologi anti-karat semacam itu sudah banyak diterapkan di Indonesia. Tidak hanya untuk jembatan, tapi juga untuk kapal-kapal yang terbuat dari unsur besi atau baja. 

itulah faktor yang dapat mengendalikan korosi

Fakto-faktor Penyebab Korosi Pada Matrial Baja

Penyebab Korosi



Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. 

Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. 

Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. 

Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yang ada dalam ruangan tersebut. Flour, hidrogen fluorida beserta persenyawaan-persenyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. Dalam industri, bahan ini umumnya dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik.

 Ammoniak (NH3) merupakan bahan kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhu dan tekanan normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara. Ammoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan organik, sebagai bahan anti beku di dalam alat pendingin, juga sebagai bahan untuk pembuatan pupuk. 

Bejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara. 

Embun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol, debu serta gas-gas asam seperti NOx dan SOx. 

Dalam batubara terdapat belerang atau sulfur (S) yang apabila dibakar berubah menjadi oksida belerang. Masalah utama berkaitan dengan peningkatan penggunaan batubara adalah dilepaskannya gas-gas polutan seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx). 

Walaupun sebagian besar pusat tenaga listrik batubara telah menggunakan alat pembersih endapan (presipitator) untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap batubara, namun NOx dan SOx yang merupakan senyawa gas dengan bebasnya naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. 

Di dalam udara, kedua gas tersebut dapat berubah menjadi asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). Oleh sebab itu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas asam tersebut di dalam udara. 

Udara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan apa saja, termasuk komponen-komponen renik di dalam peralatan elektronik. Jika hal itu terjadi, maka proses korosi tidak dapat dihindari lagi. 



Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan. Karena korosi ini maka sifat elektrik komponen-komponen elektronika dalam komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi rusak. 

Korosi dapat menyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi. 

Dalam beberapa kasus, hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yang menimbulkan kerugian bukan hanya dalam bentuk kehilangan atau kerusakan materi, tetapi juga korban nyawa.

itulah sebagian besar fakto2 yang mempengaruhi korosi

iklan

 

Copyright © ILMU TEKNIK. All rights reserved. Published By Kaizen Template CB Blogger & Templateism.com