Selasa, 30 Juni 2015

KEGUNAAN DAN KLASIFIKASI RABUK DAN PUPUK

KEGUNAAN DAN KLASIFIKASI RABUK DAN PUPUK

Guna Rabuk adalah :

  1. Menambah atau meningkatkan kandungan bahan organik dari dalam tanah.
  2. Menambah sedikit kandungan beberapa jenis hara didalam tanah.
  3. Rabuk hijau dapat menambah kadar N dalam jumlah besar. 
  4. Meningkatkan , memperbaiki atau mempertahankan kesuburan fisik dan biologi tanah dengan menambah bahan organik dalam tanah. 
  5. Meningkatkan pertumbuhan kesehatan dan produksi dari tanaman
  6. Meningkatkan pendapatan dan keuntungan usaha tani terutama pada tanaman hortikultura, yaitu sayuran, bunga, tanaman hias dan buah-buahan.
Klasifikasi Pupuk
Digolongkan atas dasar :
  1. Proses pembentukan à pupuk alam atau pupuk buatan (pabrik).
  2. Bentuk senyawa kimia à pupuk organik dan pupuk anorganik 
  3.  Jenis kandungan hara à Pupuk hara N, P, K, S dan Mg 
  4. Banyaknya jenis hara à pupuk tunggal, pupuk majemuk, pupuk campuran.
  5. Kelarutan dari hara à Larutan cepat (NO3), larutan sedang (ZA, ZK, NP, NK, NPK), larut lambat (FA, DS). 
  6. Reaksi atau pH Pupuk à Pupuk masam, pupuk netral dan alkalik.
  7. Penempatan Pupuk à Pupuk akar (diberikan lewat tanah, media tumbuh) dan Pupuk daun (aplikasi melalui daun). 
  8. Sasaran atau tujuan à Pupuk daun (untuk organ vegetatif) dan Pupuk bunga, buah dan biji (untuk organ generatif). 
Klasifikasi Rabuk
  • Rabuk limbah hewan 
  1. Dari hewan ternak, yaitu berbentuk padat, cair atau campurannya, dapat terbentuk alami atau sengaja dibuat.
  2. Guano segar, dari limbah kelelawar dan burung walet. Terbentuk secara alami lalu ditambang.
  3. Rabuk hewan lain, dari limbah pasar hewan atau kebun binatang.
  • Rabuk limbah tumbuhan 
Dari limbah tumbuhan, terbentuk secara alami atau dengan sengaja dibenamkan.
  • Rabuk Hijau 
Dari limbah serta tumbuhan hidup terbentuk secara alami atau sengaja dibuat atau dibenamkan.
  • Kompos 
Rabuk yang sengaja dibuat dengan cara khusus dari limbah tumbuhan, bahan organik, limbah dapur dan limbah kota, memakai sedikit rabuk dari kotoran hewan, ditambah kapur atau abu.
  •  Nite Soil 
Limbah manusia yang bentuk, warna serta baunya sudah berubah atau dapat dibuat tidak berbau.

Pemakaian Bibit Unggul

Bibit = Seedling
Sleeding yaitu benih tumbuhan yang telah tumbuh dan dipersiapkan untuk usaha budidaya selanjutnya (benih yang telah berkecambah).

Benih :
  1. Biji tanaman yang dipersiapkan untuk bibit atau pembibitan.
  2. Biji yang berasal dari hasil perkawinan antara si jantan (Sperma) dan sel betina (ovum) 
  3. Biji yang bisa dipertanggungjawabkan, yaitu diketahui asal-usulnya, daya tumbuhnya, bersertifikat dan berproduksi tinggi (benih unggul).
Bibit Unggul :
Bibit yang memiliki sifat yang lebih baik daripada induknya atau tanaman sejenisnya. Sifat tersebut seringkali dapat diturunkan kepada keturunannya. Memiliki sifat produksi tinggi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan (iklim) disekitarnya.

Pemberantasan Hama dan Penyakit
Mikroorganisme, hama, hewan dan organisme pengganggu dapat mengkonsumsi tanaman (bagian dari tanaman), menimbulkan kerugian dan kematian tanaman. Tindakan pengamanan tanaman dari hama dan penyakit dapat dilakukan dengan jalan :
  1. Tindakan preventif, yaitu mencegah terjangkitnya serangan. 
  2. Tindakan supresif, artinya mengurangi tingkat serangan serendah mungkin. 
  3. Eradikatif, yaitu menghancurkan dan memusnahkan hama, penyakit dan tanaman yang terserang pada suatu daerah. 
Dari ketiga jenis tindakan preventif, supresif dan eradikatif, supresif lebih sering didahulukan, dengan pertimbangan beberapa hal sbb :
  • Jenis hama dan penyakit 
  • Cara mengatasi serangan 
  • Pemilihan cara pengendalian yang paling efektif dengan mempertimbangkan efek negatif bagi organisme tersebut dan lingkungannya. 
  • Mengikuti petunjuk pemakaian racun tersebut. 
Pemberantasan Gulma
Memberantas tanaman pengganggu.
Gulma yaitu tanaman yang tidak dikehendaki tumbuh diantara tanaman yang dibudidayakan.
Hubungan tumbuhan pengganggu dengan tanaman dapat berupa :
  1. A plant out of place à Tumbuhan yang tumbuh tidak pada tempatnya. 
  2. A plant with a negative value à Tumbuhan yang memberikan nilai negatif (beracun)
  3. An underivable plant à Tumbuhan yang tumbuh tidak diinginkan.
Sifat – sifat umum gulma :
  1. Daya adaptasinya besar 
  2. Daya saingannya kuat terhadap tanaman budidaya 
  3. Berkembangbiak cepat 
  4. Dormansi luas : usaha untuk mempertahankan diri. 
Kerugian yang ditimbulkan gulma :
  1. Mengurangi hasil panen (10 – 20%)
  2. Mengurangi kualitas hasil tanaman
  3. Menjadi host (inang) penyakit atau hama 
  4. Menambah tenaga kerja 
  5. Meracuni tanaman, karena ada sebagian dari gulma mengeluarkan eksudat yang berbahaya (allelopati).
  6. Mengganggu pengairan.
Penanganan Pasca Panen
Kegiatan pasca panen suatu produk budidaya tanaman meliputi :

  • Pembersihan / Pencucian 
Pembersihan : Tindakan awal setelah panen adalah membersihkan atau mencuci semua bahan hasil panen yang telah dikumpulkan. Pembersihan ditujukan untuk membersihkan semua kotoran dan membuang bagian-bagian yang tidak dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi, seperti tanah atau lumpur yang terbawa saat panen, dapat menjadi sumber kontaminasi berbagai macam patogen.

Pencucian : Merupakan tindakan yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme yang masih terdapat atau menempel pada permukaan hasil panen, menghilangkan residu pestisida yang dapat membahayakan bagi konsumen bila dikonsumsi. Contoh pada kubis, pencucian dapat menurunkan suhu kubis, sehingga dapat menghambat respirasi, sehingga dapat memperpanjang kesegaran kubis.
  • Pengeringan
Proses pengeringan hanya sekedar menghilangkan air bekas cucian, agar pathogen tidak mudah berkembang dan merusak hasil panen, terutama mikroorganisme perusak dari golongan bakteri dan cendawan yang dapat menimbulkan kebusukan. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara diangin-anginkan dalam ruangan atau diletakkan pada rak-rak untuk mentiris setelah pembersihan dan pencucian.
  • Sortasi atau grading 
Sortasi : adalah tindakan untuk memisahkan produksi yang baik dan rusak, rusak oleh serangan hama atau penyakit atau rusak secara fisik atau mekanis saat panen dilaksanakan.

Grading : merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengelompokkan atau menggolongkan hasil panen yang telah disortasi menjadi beberapa kelompok kelas, sehingga akan menentukan mutu dan harga produk panen.

Keuntungan sortasi dan grading yaitu :

  1. Membantu dan memudahkann konsumen untuk mendapatkan kualitas yang dikehendaki sesuai kebutuhan.
  2. Pengelompokkan kedalam kelas-kelas akan diperoleh keseragaman bahan, menurut jenis dan kualitas sehingga dapat membantu konsumen mengurangi kekeliruan dalam memilih barang yang diinginkan. 
  3. Keseragaman jenis dan kualitas, maka produsen dan penjual dapat menentukan tingkat harganya sehingga menjamin kestabilan harga pada tiap jenis.
  4. Memudahkan dalam pemasaran sesuai dengan standar mutu yang dikehendaki, baik untuk pemasaran dalam negeri maupun keluar negeri (ekspor). 
  5. Memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen yang berarti dapat menjamin kestabilan harga. 
  6. Penyimpanan 
Hasil produksi pertanian yang cepat mengalami kerusakan sehingga tidak tahan disimpan lama. Contoh : pada kubis penyimpanan dengan suhu rendah dapat memperpanjang daya simpan kubis lebih lama.
Penyimpanan tergantung pada suhu, daya simpan dipengaruhi atau dapat tergantung dari jenis komoditi panen, varietas dan waktu atau musin penanaman.

  • Pengemasan dan pengangkutan 
Pengemasan
  1. Pengemasan merupakan tahap lanjut dari penanganan produk panen pertanian, setelah melewati tahap sortasi, grading dan penyimpanan. 
  2. Pengemasan bertujuan untuk melindungi produk dari pelukaan, memudahkan dalam pengangkutan, mencegah kehilangan air, mempermudah dalam perlakuan khusus dan memberi nilai estetika untuk menarik konsumen. 
  3. Kemasan yang dianggap ideal adalah kemasan yang mudah diangkut, aman, ekonomis, mudah dihitung jumlahnya dan dapat dijamin keberhasilannya. 
  4. Kemasan yang umum digunakan berupa karung jala, kapasitas 90-100 kg. Kemasan karung jala sangat praktis dalam hal pembongkaran, tetapi tidak dapat melindungi produk dari kerusakan mekanis dan fisiologis terutama saat ditimbun didalam alat pengangkutan. 
Pengangkutan
  1. Pengangkutan adalah pengangkutan dari bangsal pengemasan ke pasar, sering disebut penyimpanan bergerak. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan alat angkut jalan raya berupa truk atau mobil box berpendingin. 
  2. Pengangkutan bertujuan untuk mengurangi kerusakan karena bahan cepat rusak atau membusuk, baik akibat faktor fisiologis atau faktor kontaminasi mikroba dengan benda asing. 
  3.  Pengangkutan mengurangi resiko kerusakan akibat lingkungan yang tidak memadai.
  4. Keberhasilan penggunaan sarana pengangkutan sangat tergantung pada suhu pengangkutan, type kemasan, pola pemuatan optimal, metode bongkar muat dan jarak tempuh. 
Pemasaran
  1. Pasar adalah tempat untuk melakukan transaksi atau tukar menukar barang dengan barang lain (nilai uang).
  2. Pasar tercipta karena adanya produsen atau penjual dan konsumen atau pembeli 
  3. Bentuk pasar untuk komoditas pertanian banyak sekali macamnya, misal pasar umum, pasar swalayan, warung kecil, restoran, dll, dapat tercipta juga dikebun produksi. Pasar memiliki fungsi penting untuk penyimpanan barang dari produsen ke konsumen. Kegiatan penyampaian barang dengan segala aturan permainan disebut pemasaran atau tata niaga.
  4. Pemasaran umumnya tidak langsung terjadi antara produsen dan konsumen tetapi melalui lembaga tata niaga yang dapat membantu menyalurkannya kepada konsumen. Pemasaran hasil melibatkan banyak lembaga tata niaga, maka akan terbentuk mata rantai pemasaran yang panjang dari titik produsen ke konsumen. Rantai pemasaran yang panjang akan menimbulkan tingginya margin pemasaran sehingga menyebabkan pemasaran tidak efisien. Pemasaran yang efisien, pemasaran harus menggunakan sedikit lembaga tata niaga.

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © ILMU TEKNIK. All rights reserved. Published By Kaizen Template CB Blogger & Templateism.com